Takbir Keliling, antara Tradisi dan Perayaan Idul Fitri

Malam Idul Fitri atau malam takbiran, dimana umat muslim merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Malam dimana takbir berkumandang menyuarakan kebesaran Allah SWT yang kadang diselingi suara keras kembang api yang memperindah langit di malam hari.
Tahun 2019 Pemerintah Desa Kuncir membuat anggaran untuk perayaan hari raya Idul Fitri tahun ini sebesar Rp. 3.000.000,- . Panitia pelaksanaan takbir keliling dipimpin oleh pemuda karang taruna desa membuat penilaian yang akan di jadikan pemenang dalam lomba kreasi arak-arakan.
Beberapa hari menjelang malam takbiran setiap RT atau mushola di setiap dukuh telah bersiap membuat arak-arakan berupa hewan, manusia, monster ataupun bangunan berupa masjid dan lain sebagainya. Dengan bergotong royong dan dana swadaya mereka berusaha membuat menjadi sebaik atau seunik mungkin.
Hingga tiba disaat malam yang ditunggu, semua warga menunggu di depan rumah masing-masing dan pinggir jalan untuk menyaksikan pawai arak-arakan dengan bentuk unik dan menarik. Pawai keliling desa dengan lantunan takbir yang diiringi suara musik ala dangdut pantura menambah keunikan malam takbiran di sini, semua warga antusias menyaksikan pawai tersebut. Satuan petugas keamanan Linmas Desa Kuncir dan beberapa personil dari Polsek Wonosalam ikut dalam pengamanan takbir keliling tersebut.
Akulturasi antara tradisi, perayaan besar umat muslim, kreatifitas seni dan musik tradisional menjadikan malam takbiran di Desa Kuncir menjadi unik dan menarik untuk disaksikan dan dilestarikan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan